Laman

Inilah Diriku

Inilah Diriku

Sabtu, 25 September 2010

Laporan Praktikum Darah

LAPORAN PRAKTIKUM

Darah

Diajukan Untuk Memenuhi salah satu tugas mandiri

Pada Mata kuliah Praktikum Fisiologi Hewan

Disusun oleh

Nama : Sigtullah Muja Dedi

NIM : 207 202 157

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI

SUNAN GUNUNG DJATI

BANDUNG

2009

Laporan Praktikum Darah

Tanggal : 3 November 2009

Tujuan :

v Mempelajari metoda untuk menghitung jumlah sel darah merah dan sel darah putih.

v Mempelajari metode untuk mengukur kadar Hb darah dengan menggunakan metode sahli.

v Mengetahui dan memahami sistem peredaran darah katak sehingga dapat dibedakan antara pembuluh darah arteri, vena dan kapiler berdasarkan kecepatan aliran darahnya.

v Memahami bentuk dan struktur sel darah merah ,membandingkan bentuk dan struktur sel darah merah katak dan manusia.

v Menentukan golongan darah seseorang.

Pendahuluan

Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup(kecuali tumbuhan) tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri. Istilah medis yang berkaitan dengan darah diawali dengan kata hemo- atau hemato- yang berasal dari bahasa Yunani haima yang berarti darah. Pada serangga, darah (atau lebih dikenal sebagai hemolimfe) tidak terlibat dalam peredaran oksigen. Oksigen pada serangga diedarkan melalui sistem trakea berupa saluran-saluran yang menyalurkan udara secara langsung ke jaringan tubuh. Darah serangga mengangkut zat ke jaringan tubuh dan menyingkirkan bahan sisa metabolisme. Pada hewan lain, fungsi utama darah ialah mengangkut oksigen dari paru-paru atau insang ke jaringan tubuh. Dalam darah terkandung hemoglobin yang berfungsi sebagai pengikat oksigen. Pada sebagian hewan tak bertulang belakang atau invertebrata yang berukuran kecil, oksigen langsung meresap ke dalam plasma darah karena protein pembawa oksigennya terlarut secara bebas.

Darah manusia adalah cairan jaringan tubuh. Fungsi utamanya adalah mengangkut oksigen yang diperlukan oleh sel-sel di seluruh tubuh. Darah juga menyuplai jaringan tubuh dengan nutrisi, mengangkut zat-zat sisa metabolisme, dan mengandung berbagai bahan penyusun sistem imun yang bertujuan mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit. Hormon-hormon dari sistem endokrin juga diedarkan melalui darah.

Darah manusia berwarna merah, antara merah terang apabila kaya oksigen sampai merah tua apabila kekurangan oksigen. Warna merah pada darah disebabkan oleh hemoglobin, protein pernapasan (respiratory protein) yang mengandung besi dalam bentuk heme, yang merupakan tempat terikatnya molekul-molekul oksigen.

Manusia memiliki sistem peredaran darah tertutup yang berarti darah mengalir dalam pembuluh darah dan disirkulasikan oleh jantung. Darah dipompa oleh jantung menuju paru-paru untuk melepaskan sisa metabolisme berupa karbon dioksida dan menyerap oksigen melalui pembuluh arteri pulmonalis, lalu dibawa kembali ke jantung melalui vena pulmonalis. Setelah itu darah dikirimkan ke seluruh tubuh oleh saluran pembuluh darah aorta. Darah mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh melalui saluran halus darah yang disebut pembuluh kapiler. Darah kemudian kembali ke jantung melalui pembuluh darah vena cava superior dan vena cava inferior.

Darah juga mengangkut bahan bahan sisa metabolisme, obat-obatan dan bahan kimia asing ke hati untuk diuraikan dan ke ginjal untuk dibuang sebagai air seni.

(http://id.wikipedia.org/wiki/Darah/30 oktober 2009/pukul 16:30)

Eritrosit secara umum terdiri dari hemoglobin, sebuah metalloprotein kompleks yang mengandung gugus heme, dimana dalam golongan heme tersebut, atom besi akan tersambung secara temporer dengan molekul oksigen (O2) di paru-paru dan insang, dan kemudian molekul oksigen ini akan di lepas ke seluruh tubuh. Sel darah merah atau eritrosit adalah jenis sel darah yang paling banyak dan berfungsi membawa oksigen ke jaringan-jaringan tubuh lewat darah dalam hewan bertulang belakang. Bagian dalam eritrosit terdiri dari hemoglobin, sebuah biomolekul yang dapat mengikat oksigen. Hemoglobin akan mengambil oksigen dari paru-paru dan insang, dan oksigen akan dilepaskan saat eritrosit melewati pembuluh kapiler. Warna merah sel darah merah sendiri berasal dari warna hemoglobin yang unsur pembuatnya adalah zat besi. Pada manusia, sel darah merah dibuat di sumsum tulang belakang, lalu membentuk kepingan bikonkaf. Di dalam sel darah merah tidak terdapat nukleus. Sel darah merah sendiri aktif selama 120 hari sebelum akhirnya dihancurkan.

( http://id.wikipedia.org/wiki/Eritrosit/30 oktober 2009/pukul 16:45)

Komposisi

Darah terdiri daripada beberapa jenis korpuskula yang membentuk 45% bagian dari darah. Bagian 55% yang lain berupa cairan kekuningan yang membentuk medium cairan darah yang disebut plasma darah.

Korpuskula darah terdiri dari:

Eritrosit tidak mempunyai nukleus sel ataupun organela, dan tidak dianggap sebagai sel dari segi biologi. Eritrosit mengandung hemoglobin dan mengedarkan oksigen. Sel darah merah juga berperan dalam penentuan golongan darah. Orang yang kekurangan eritrosit menderita penyakit anemia.

Trombosit bertanggung jawab dalam proses pembekuan darah.

Leukosit bertanggung jawab terhadap sistem imun tubuh dan bertugas untuk memusnahkan benda-benda yang dianggap asing dan berbahaya oleh tubuh, misal virus atau bakteri. Leukosit bersifat amuboid atau tidak memiliki bentuk yang tetap. Orang yang kelebihan leukosit menderita penyakit leukimia, sedangkan orang yang kekurangan leukosit menderita penyakit leukopenia.

Plasma darah pada dasarnya adalah larutan air yang mengandung :-

Sel darah putih atau leukosit adalah sel yang membentuk komponen darah. Sel darah putih ini berfungsi untuk membantu tubuh melawan berbagai penyakit infeksi sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh.Sel darah putih tidak berwarna, memiliki inti,dapat bergerak secara amoebeid, dan dapat menembus dinding kapiler /diapedesis Normalnya kita memiliki 4x109 hingga 11x109 sel darah putih dalam seliter darah manusia dewasa yang sehat - sekitar 7000-25000 sel per tetes. Dalam kasus leukemia, jumlahnya dapat meningkat hingga 50000 sel per tetes.

Ada beberapa jenis sel darah putih, yaitu:

1. Basofil.

2. Eosinofil.

3. Sel batang.

4. Sel segmen.

5. Limfosit.

6. Monosit.

(http://id.wikipedia.org/wiki/Sel_darah_putih/ 30 Oktober 2009/pukul 17:20)

Hemoglobin adalah molekul protein pada sel darah merah yang berfungsi sebagai media transport oksigen dari paru paru ke seluruh jaringan tubuh dan membawa karbondioksida dari jaringan tubuh ke paru paru. Kandungan zat besi yang terdapat dalam hemoglobin membuat darah berwarna merah. Pengukuran kadar hemoglobin dalam darah sudah menggunakan mesin otomatis. Selain mengukur hemoglobin, mesin ini juga dapat mengukur beberapa komponen darah yang lain. Mesin pengukur akan memecah hemoglobin menjadi sebuah larutan.

Hemoglobin dalam larutan ini kemudian dipisahkan dari zat lain dengan menggunakan zat kimia yang bernama sianida. Selanjutnya dengan penyinaran khusus, kadar hemoglobin diukur berdasarkan nilai sinar yang berhasil diserap oleh hemoglobin. Kadar hemoglobin menggunakan satuan gram/dl. Yang artinya banyaknya gram hemoglobin dalam 100 mililiter darah.

Nilai normal hemoglobin tergantung dari umur pasin :

  • Bayi baru lahir : 17-22 gram/dl
  • Umur 1 minggu : 15-20 gram/dl
  • Umur 1 bulan : 11-15 gram/dl
  • Anak anak : 11-13 gram/dl
  • Lelaki dewasa : 14-18 gram/dl
  • Perempuan dewasa : 12-16 gram/dl
  • Lelaki tua : 12.4-14.9 gram/dl
  • Perempuan tua : 11.7-13.8 gram/dl

(http://www.blogdokter.net/2008/06/13/hemoglobin/30 Oktober 2009/ pukul 17:00)

Golongan darah adalah ciri khusus darah dari suatu individu karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah. Dua jenis penggolongan darah yang paling penting adalah penggolongan ABO dan Rhesus (faktor Rh). Di dunia ini sebenarnya dikenal sekitar 46 jenis antigen selain antigen ABO dan Rh, hanya saja lebih jarang dijumpai. Transfusi darah dari golongan yang tidak kompatibel dapat menyebabkan reaksi transfusi imunologis yang berakibat anemia hemolisis, gagal ginjal, syok, dan kematian.

Golongan darah manusia ditentukan berdasarkan jenis antigen dan antibodi yang terkandung dalam darahnya, sebagai berikut:

Ø Individu dengan golongan darah A memiliki sel darah merah dengan antigen A di permukaan membran selnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen B dalam serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah A-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah A-negatif atau O-negatif.

Ø Individu dengan golongan darah B memiliki antigen B pada permukaan sel darah merahnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen A dalam serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah B-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan dolongan darah B-negatif atau O-negatif

Ø Individu dengan golongan darah AB memiliki sel darah merah dengan antigen A dan B serta tidak menghasilkan antibodi terhadap antigen A maupun B. Sehingga, orang dengan golongan darah AB-positif dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut resipien universal. Namun, orang dengan golongan darah AB-positif tidak dapat mendonorkan darah kecuali pada sesama AB-positif.

Ø Individu dengan golongan darah O memiliki sel darah tanpa antigen, tapi memproduksi antibodi terhadap antigen A dan B. Sehingga, orang dengan golongan darah O-negatif dapat mendonorkan darahnya kepada orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut donor universal. Namun, orang dengan golongan darah O-negatif hanya dapat menerima darah dari sesama O-negatif.

Secara umum, golongan darah O adalah yang paling umum dijumpai di dunia, meskipun di beberapa negara seperti Swedia dan Norwegia, golongan darah A lebih dominan. Antigen A lebih umum dijumpai dibanding antigen B. Karena golongan darah AB memerlukan keberadaan dua antigen, A dan B, golongan darah ini adalah jenis yang paling jarang dijumpai di dunia.

Ilmuwan Austria, Karl Landsteiner, memperoleh penghargaan Nobel dalam bidang Fisiologi dan Kedokteran pada tahun 1930 untuk jasanya menemukan cara penggolongan darah ABO.

Frekuensi

Penyebaran golongan darah A, B, O dan AB bervariasi di dunia tergantung populasi atau ras. Salah satu pembelajaran menunjukkan distribusi golongan darah terhadap populasi yang berbeda-beda.

Populasi

O

A

B

AB

Suku pribumi Amerika Selatan

100%

Orang Vietnam

45.0%

21.4%

29.1%

4.5%

Suku Aborigin di Australia

44.4%

55.6%

Orang Jerman

42.8%

41.9%

11.0%

4.2%

Suku Bengalis

22.0%

24.0%

38.2%

15.7%

Suku Saami

18.2%

54.6%

4.8%

12.4%

Pewarisan

Tabel pewarisan golongan darah kepada anak

Ibu/Ayah

O

A

B

AB

O

O

O, A

O, B

A, B

A

O, A

O, A

O, A, B, AB

A, B, AB

B

O, B

O, A, B, AB

O, B

A, B, AB

AB

A, B

A, B, AB

A, B, AB

A, B, AB

Rhesus

Jenis penggolongan darah lain yang cukup dikenal adalah dengan memanfaatkan faktor Rhesus atau faktor Rh. Nama ini diperoleh dari monyet jenis Rhesus yang diketahui memiliki faktor ini pada tahun 1940 oleh Karl Landsteiner. Seseorang yang tidak memiliki faktor Rh di permukaan sel darah merahnya memiliki golongan darah Rh-. Mereka yang memiliki faktor Rh pada permukaan sel darah merahnya disebut memiliki golongan darah Rh+. Jenis penggolongan ini seringkali digabungkan dengan penggolongan ABO. Golongan darah O+ adalah yang paling umum dijumpai, meskipun pada daerah tertentu golongan A lebih dominan, dan ada pula beberapa daerah dengan 80% populasi dengan golongan darah B.

Kecocokan faktor Rhesus amat penting karena ketidakcocokan golongan. Misalnya donor dengan Rh (+) sedangkan resipiennya Rh (-) dapat menyebabkan produksi antibodi terhadap antigen Rh (D) yang mengakibatkan hemolisis. Hal ini terutama terjadi pada perempuan yang pada atau di bawah usia melahirkan karena faktor Rh dapat mempengaruhi janin pada saat kehamilan.

Golongan darah lainnya

· Diego positif yang ditemukan hanya pada orang Asia Selatan dan pribumi Amerika.

· Dari sistem MNS didapat golongan darah M, N dan MN. Berguna untuk tes kesuburan.

· Duffy negatif yang ditemukan di populasi Afrika.

· Sistem Lutherans yang mendeskripsikan satu set 21 antigen.

· Dan sistem lainnya meliputi Colton, Kell, Kidd, Lewis, Landsteiner-Wiener, P, Yt atau Cartwright, XG, Scianna, Dombrock, Chido/ Rodgers, Kx, Gerbich, Cromer, Knops, Indian, Ok, Raph dan JMH.

Kecocokan golongan darah

Tabel kecocokan RBC

Gol. darah resipien

Donor harus

AB+

Golongan darah manapun

AB-

O-

A-

B-

AB-

A+

O-

O+

A-

A+

A-

O-

A-

B+

O-

O+

B-

B+

B-

O-

B-

O+

O-

O+

O-

O-

Tabel kecocokan plasma

Resipien

Donor harus

AB

AB manapun

A

A atau AB manapun

B

B atau AB manapun

O

O, A, B atau AB manapun

(http://id.wikipedia.org/wiki/Golongan_darah/30 Oktober 2009/30 Oktober 2009/ pukul 16:55)

Sistem peredaran darah pada katak

Sistem peredaran darah katak berupa system peredaran darah tertutup dan peredaran darah ganda. Pada system peredaran darah ganda, darah melalui jantung dua kali dalam satu kali peredaran. Pertama, darah dari jantung menuju ke paru-paru kemudian kembali ke jantung. Kedua, darah dari seluruh tubuh menuju ke jantung dan diedarkan kembali ke seluruh tubuh. Jantung katak terdiri dari tiga ruang, yaitu dua atrium (atrium kanan dan atrium kiri) dan sebuah ventrikel. Di antara atrium dan ventrikel terdapat klep yang mencegah agar darah di ventrikel tidak mengalir kembali ke atrium. (http://green-airil.blogspot.com/2009/04/anatomi-amphibi-bufo sp.html/pukul 17:15)

I. Alat Dan Bahan

Alat

Bahan

Mikroskop

Darah segar katak dan manusia

Syringe

Larutan Hayem

Hb meter sahli

Larutan Turk

Hemocytometer

Alcohol 96%

Lancet

Kapas

Counter

Kertas saring

Cawan petri

Larutan NaCl 0,6%

Beker gelas

Kloroform

Objek gelas dan kaca penutup

Antikoagulan Na-Sitrat

Alat bedah

Kecebong

Jarum franke

Urethane 2%

Haemometer

Larutan HCl 0,1 N

Aquades

Tusuk gigi

Satu set serum

Cara Kerja

a. Menghitung sel darah merah (SDM)

Ulasi ujung jari dengan alkohol 70%, lalu tusuk dengan lancet steril hingga darah mengalir

isaplah darah yang keluar dengan pipet pengencer sampai skala 0,5 atau 0,1, lalu bersihkan ujung pipet dengan kertas saring. Kondisikan udara diantara darah dalam pipet sewaktu menghisap

hisap lar.pengenceran hayem hingga tepat skala 101

pegang kedua ujung pipet dengan ibu jari dan telunjuk, lalu kocok selama 2 menit

Buanglah 5 tetes pertama larutan, kemudian letakkan ujung pipet diantara gelas objek dan kaca penutup hemisitometer yang bersih. Teteskan larutan tadi secukupnya kedalam hemisitometer, dan tutup dengan kaca objek.

Amati hemositometer di bawah mikroskop untuk menghitung jumlah sel darah merah.

b. Menghitung jumah sel darah putih (SDP)

Ulasi ujung jari dengan alkohol 70%, lalu tusuk dengan lancet steril hingga darah mengalir

isaplah darah yang keluar dengan pipet pengencer sampai skala 0,5 atau 0,1, lalu bersihkan ujung pipet dengan kertas saring. Kondisikan udara diantara darah dalam pipet sewaktu menghisap

hisap lar.pengenceran hayem hingga tepat skala 11

pegang kedua ujung pipet dengan ibu jari dan telunjuk, lalu kocok selama 2 menit

Buanglah 5 tetes pertama larutan, kemudian letakkan ujung pipet diantara gelas objek dan kaca penutup hemisitometer yang bersih. Teteskan larutan tadi secukupnya kedalam hemisitometer, dan tutup dengan kaca objek.


Amati hemositometer di bawah mikroskop untuk menghitung jumlah sel darah merah.

c. Aliran darah

Masukkan 2-3 ekor kecebong kedalam beker glass yang berisi larutan urethan 2 %. Lalu diamkan beberapa menit hingga kecebong tersebut terbius.

Simpan kecebong diatas coverglass yang diberi sedikit air. kemudian amati dibawah mikroskop peredaran darahnya dan pembuluh- pembuluh darahnya yang transparan

Gambar sebagian rangkaian pembuluh darah yang diamati dan bedakan antara arteri, vena dan kapiler

Amati pula kecepatan aliran pembuluh darahnya

d. Struktur sel darah

· Pada katak

Bius katak, lalu rongga dada dibuka

Bilas syringe dengan larutan antikoagulan, lalu suntikan ke bagian ventrikel

Isaplah darah sebanyak yang dibutuhkan (1,5 ml ) dengan cara menarik pompa syringe secara perlahan

Taruhlah setetes darah katak ada gelas objek, kemudian tambahkan beberapa tetes larutan NaCl 0.6%. tutuplah kaca objek dengan kaca penutup, amati dibawah mikroskop

· Sediaan darah Pada manusia

ujung jari ditusuk dengan lancet yang steril, dan darah yang keluar dapat langsung digunakan untuk percobaan.

Lakukan prosedur diatas pada darah anda sendiri dengan menggunakan larutan NaCl 0.8%. kemudian perhatikan perbedaan antara kedua sel darah yang diamati (bentuk,ukuran, inti, pigmentasi, dll)


Buatlah gambar masing-masing darah

e. Mengukur kadar Hb Darah

Masukkan larutan 0,1 N HCl kedalam tabung sahli sehingga batas skala 10

Basahi ujung jari dengan alcohol, lalu tusuk sengan lancet yang telah disterilkan

isap darah dengan pipet sahli hingga skala 20 , kemudian masukkan darah ke dalam tabung yang telah berisi lar.HCL 0,1 N

Bilaslah pipet dengan cara menghisap larutan dalam tabung kemudian meniupkannya kembali kedalam tabung

Tempatkan tabung pada statifnya hingga berdampingan dengan tabung standar.

Biarkan selama 1 menit, lalu tambahkan aquades sdikit demi sedikit hingga diperoleh warna dalam tabung sahli sama dengan warna standar, kemudian baca tinggi permukaan miniskus angka yang ditunjukkan pada tabung merupakan nilai % Hb/ g Hb per 100 ml darah.

f. Golongan darah

Ulasi ujung jari dengan alkohol 70%, lalu tusuk ujung jari dengan menggunakan lancet yang telah disterilkan

Teteskan darah diatas kaca objek dengan dua tetesan darah di sebelah kanan dan kiri kaca objek

Untuk tetesan darah ke I, beri zat anti A

Untuk tetesan darah ke II, beri tetesan zat anti B

Aduklah tetesan darah yang telah diberi serum dengan tusuk gigi.

Perhatikan tiap tetesan darah tersebu apakah terjadi aglutinasi atau tidak

Tulislah hasil pengamatan pada tabel

Hasil

1. Menghitung jumlah Sel Darah Merah (SDM)

NO

Kotak atas kiri

Kotak atas kanan

Kotak bawah kiri

Kotak bawah kanan

Kotak tengah

1

9

12

10

11

18

2

4

16

7

14

16

3

8

14

12

16

15

4

7

15

8

18

9

5

6

10

9

10

7

6

13

16

10

8

14

7

12

17

11

13

11

8

10

15

13

16

15

9

8

10

8

17

17

10

9

9

9

13

18

11

13

12

15

9

13

12

7

8

13

11

12

13

5

13

11

18

10

14

6

17

12

14

17

15

15

8

9

11

15

16

13

7

8

9

18

Jumlah

145

199

165

208

225

SDM wanita

P=0,5

SDM = Nc x P x 50

= (145+199+165+208+225) x 0,5 x 50

=942 x 0,5 x 50

=23550

SDM Laki-laki

NO

Kotak atas kiri

Kotak atas kanan

Kotak bawah kiri

Kotak bawah kanan

Kotak tengah

1

10

8

5

7

8

2

9

10

3

9

10

3

7

11

9

8

9

4

7

11

2

10

7

5

9

10

4

10

7

6

8

7

2

9

4

7

10

6

2

7

4

8

8

6

2

12

8

9

10

8

3

10

7

10

7

10

2

9

8

11

5

11

2

8

8

12

9

12

4

7

7

13

12

7

10

11

5

14

5

13

3

9

6

15

7

8

2

8

7

16

12

9

6

7

7

Jumlah

135

147

61

141

112

P=200

SDM = Nc x P x 50

= (135+147+61+141+112) x200 x 50

=596 x 200 x 50

=5.960.000

2. Menghitung jumlah Sel Darah Putih (SDP)

NO

Kotak atas kiri

Kotak atas kanan

Kotak bawah kiri

Kotak bawah kanan

1

8

11

6

10

2

6

8

8

9

3

9

12

7

14

4

7

15

10

10

5

10

11

6

10

6

9

9

12

8

7

12

14

5

17

8

8

8

9

15

9

6

6

13

13

10

13

13

10

10

11

10

9

12

12

12

10

11

9

9

13

12

5

10

10

14

8

6

3

7

15

9

8

2

12

16

11

4

6

14

Jumlah

147

150

61

150

SDP Wanita

P=20

SDP = Nc x P x 2

= (147+150+61+150) x 20x 2

= 508 x 20 x 2

= 20.320

NO

Kotak atas kiri

Kotak atas kanan

Kotak bawah kiri

Kotak bawah kanan

1

1

9

8

10

2

2

13

12

7

3

8

20

9

9

4

4

15

15

10

5

4

18

14

7

6

7

16

17

11

7

3

13

14

11

8

10

19

11

10

9

6

15

12

14

10

13

12

17

15

11

12

20

18

17

12

20

18

17

12

13

10

13

6

8

14

16

12

10

22

15

14

16

10

18

16

15

19

9

23

Jumlah

145

248

184

206

SDP Laki-laki

P=20

SDP = Nc x P x 2

= (145+248+184+206) x 20 x 2

= 783 x 20 x 2

= 31.320

3. Aliran darah pada kecebong

Aliran darah pada ekor kecebong



4. Membedakan struktur sel darah katak dan sel darah manusia

Sel Darah Katak Sel Darah Manusia

*

*


*

Keterangan : Keterangan :

Inti : Terdapat inti Inti : Tidak memiliki inti

Bentuk : Oval Bentuk : Bulat

Warna : Orange muda Warna : Putih transparan

Gambar darah manusia

Gambar darah katak

5. Mengukur kadar Hb darah

No

Nama

Kadar Hb (%)

Keterangan

1

Tia

10 gram

2

Echi

11,8 gram

3

Rida

10 gram

4

Wina

13,9 gram

5

Sipah

11,1 gram

6

Sigat

12 gram

6. Golongan Darah

Nama

Tetes darah

Perlakuan

Hasil pengamatan

Keterangan

Tia

I

Zat anti A

(+) terjadi aglutinasi

Golongan darah A, sel darah merahnya mengandung aglutinogen A, sedangkan plasma darahnya mengandung agglutinin B

II

Zat anti B

(-) tidak terjadi aglutinasi

Echi

I

Zat anti A

(-) tidak terjadi aglutinasi

Golongan darah B, sel darah merahnya mengandung aglutinogen B, sedangkan plasma darahnya mengandung agglutinin A

II

Zat anti B

(+) terjadi aglutinasi

Wina

I

Zat anti A

(-) tidak terjadi aglutinasi

Golongan darah B, sel darah merahnya mengandung aglutinogen B, sedangkan plasma darahnya mengandung aglutinin A

II

Zat anti B

(+) terjadi aglutinasi

Sipah

I

Zat anti A

(-) tidak terjadi aglutinasi

Golongan darah O, sel darah merahnya tidak terdapat aglutinogen A dan B, sedangkan plasma darahnya mengandung agglutinin A dan B

II

Zat anti B

(-) tidak terjadi aglutinasi

Rida

I

Zat anti A

(-) tidak terjadi aglutinasi

Golongan darah O, sel darah merahnya tidak terdapat aglutinogen A dan B, sedangkan plasma darahnya mengandung agglutinin A dan B

II

Zat anti B

(-) tidak terjadi aglutinasi

Sigat

I

Zat anti A

(+) terjadi aglutinasi

Golongan darah A, sel darah merahnya mengandung aglutinogen A, sedangkan plasma darahnya mengandung agglutinin B

II

Zat anti B

(-) tidak terjadi aglutinasi


Pembahasan

Darah merupakan suatu cairan yang sangat penting bagi manusia karena berfungsi sebagai alat transportasi serta memiliki banyak kegunaan lainnya untuk menunjang kehidupan. Tanpa darah yang cukup seseorang dapat mengalami gangguan kesehatan dan bahkan dapat mengakibatkan kematian. Darah pada tubuh manusia mengandung 55% plasma darah (cairan darah) dan 45% sel-sel darah (darah padat). Jumlah darah yang ada pada tubuh kita yaitu sekitar sepertigabelas berat tubuh orang dewasa atau sekitar 4 atau 5 liter. Darah terdiri dari sel darah merah dan sel darah putih. Mereka memiliki fungsi yang berbeda – beda. Selain itu, jumlah sel darah merah dan sel darah putih pada setiap jenis makhluk hidup berbeda-beda.

http://id.wikipedia.org/wiki/Sel_darah_merah/selasa/2009/11/24/19.30

Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup(kecuali tumbuhan) tingkat tinggi salah satu fungsi darah di dalam tubuh adalah sebagai alat transportasi. Di dalam tubuh darah berperan dalam transport oksigen, karbon dioksida, zat makanan , metabolit- metabolit yang tidak diperlukan, mengatur suhu tubuh normal, mempertahankan keseimbangan asam basa, mengatur keseimbangan air, mengatasi infeksi, transport hormone untuk metabolisme dan transport metabolit- metabolit antar jaringan. Fungsi utama dari sel-sel darah merah (eritrosit) adalah mengangkut Hb yang seterusnya akan membawa oksigen yang berasak dari paru- paru ke jaringan. Sel darah merah normal berbentuk pelat, cekung ganda dan berdiameter 8 mikron. Konsentrasi pada pria lebih besar daripada wanita.

Sel darah putih( leukosit) berfungsi menyediakan pertahanan yang cepat dan kuat terhadap setiap agen infeksi yang ada. Terdapat beberapa jenis leukosit, yaitu netrofil, eosinofil, basofil, monosit, limfosit dan megakarosit.

(http://filzahazny.wordpress.com/2009/07/10/darah/6 November 2009/pukul 10.56)

Larutan Hayem dibuat dari campuran senyawa natrium sulfat (berair kristal)5g, natrium klorida 1g, merkuri klorida 0,5g dan air ditambahkan hingga volumenya menjadi 200 ml. Larutan harus disaring sebelum dipakai. Untuk mengencerkan darah dalam pipet eritrosit, lalu kemudian dimasukkan kedalam kamar hitung Hemasitometer. Jumlah sel darah merah dihitung dalam volume tertentu dengan menggunakan faktor konversi. Sebagai larutan pengencer digunakanlah larutan hayem ini. Untuk mengencerkan darah dalam pipet leukosit, lalu kemudian dimasukkan kedalam kamar hitung Hemasitometer. Jumlah sel darah putih dihitung dalam volume tertentu dengan menggunakan faktor konversi. Sebagai larutan pengencer digunakanlah larutan Turk ini.

(http://panglima-zay.blogspot.com/2008/11/larutan-hayem-dan-larutan-turk.html./6Novem ber2009/pukul 11.01)

Orang dewasa memiliki 2–3 × 1013 eritrosit setiap waktu (wanita memiliki 4-5 juta eritrosit per mikroliter darah dan pria memiliki 5-6 juta. Sedangkan orang yang tinggal di dataran tinggi yang memiliki kadar oksigen yang rendah maka cenderung untuk memiliki sel darah merah yang lebih banyak). Eritrosit terkandung di darah dalam jumlah yang tinggi dibandingkan dengan partikel darah yang lain. Normalnya kita memiliki 4x109 hingga 11x109 sel darah putih dalam seliter darah manusia dewasa yang sehat - sekitar 7000-25000 sel per tetes.

( http://id.wikipedia.org/wiki/Eritrosit/30 oktober 2009/pukul 16:45)

Setelah kami amati pada praktikum kali ini, ternyata jumlah sel darah merah untuk laki-laki jumlahnya masih dalam kisaran jumlah yang telah ditentukan oleh literatur. Jumlah sel darah merah laki-laki yang kami dapatkan yaitu sebanyak 5.960.000, sedangkan untuk wanita jumlah SDMnya sebanyak 23.550. Jumlah ini mungkin sesuai dengan yang telah ditentukan oleh literatur dimana “Orang dewasa memiliki 2–3 × 1013 eritrosit setiap waktu (wanita memiliki 4-5 juta eritrosit per mikroliter darah dan pria memiliki 5-6 juta. Sedangkan orang yang tinggal di dataran tinggi yang memiliki kadar oksigen yang rendah maka cenderung untuk memiliki sel darah merah yang lebih banyak. Jadi, eritrosit yang di dapat praktikum ini melebihi jumlah normal, mungkin karena pengenceran yang dilakukan tidak merata dan menghitung jumlah sel yang terlalu rumit. Sedangkan jumlah sel darah putih wanita yang kami peroleh dari praktikum ini adalah 20.320 dan sel darah putih pada laki-laki berjumlah 31.320.

Hemoglobin adalah sebuah proteida yang berfungsi sebagai media transport oksigen dari paru paru ke seluruh jaringan tubuh dan membawa karbondioksida dari jaringan tubuh ke paru paru. dan yang bertanggung jawab adalah pigmen dengan struktur kimia, juga sebagai kromoproteida, Kandungan zat besi yang terdapat dalam hemoglobin membuat darah berwarna merah.Kadar hemoglobin menggunakan satuan gram/dl yang artinya banyaknya gram hemoglobin dalam 100 mililiter darah. Dari hasil percobaan Hb pada wanita rata-rata 10-12 gram/dl dan pada pria adalah 12 gram.dl, sedangkan dari hasil literatur nilai Hb wanita adalah 12-16 gram/dl dan pria adalah 14-18 gram/dl.

(http://www.blogdokter.net/2008/06/13/hemoglobin/30 Oktober 2009/ pukul 17:00)

Sistem A, B, O:Dr. Landsteiner dan Donath membedakan golongan darah manusia menjadi 4, yaitu A, B, AB dan O.

Ø Individu dengan golongan darah A memiliki sel darah merah dengan antigen A di permukaan membran selnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen B dalam serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah A-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah A-negatif atau O-negatif.

Ø Individu dengan golongan darah B memiliki antigen B pada permukaan sel darah merahnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen A dalam serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah B-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan dolongan darah B-negatif atau O-negatif

Ø Individu dengan golongan darah AB memiliki sel darah merah dengan antigen A dan B serta tidak menghasilkan antibodi terhadap antigen A maupun B. Sehingga, orang dengan golongan darah AB-positif dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut resipien universal. Namun, orang dengan golongan darah AB-positif tidak dapat mendonorkan darah kecuali pada sesama AB-positif.

Ø Individu dengan golongan darah O memiliki sel darah tanpa antigen, tapi memproduksi antibodi terhadap antigen A dan B. Sehingga, orang dengan golongan darah O-negatif dapat mendonorkan darahnya kepada orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut donor universal. Namun, orang dengan golongan darah O-negatif hanya dapat menerima darah dari sesama O-negatif.

Aglutinogen (antigen) berarti zat yang digumpalkan, sedang aglutinin (zat anti) berarti zat yang menggumpalkan.

(http://rizkahamalia.blog.friendster.com/30 Oktober 2009/pukul17:35)

Darah pada katak

Klasifikasi Bufo sp

Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Amphibia
Ordo : Anura
Famili : Bufonidae
Genus : Bufo
Spesies : Bufo Sp.

Sistem peredaran darah pada katak terdiri dari, jantung beruang tiga, arteri, vena, sinus, venosus, kelenjar limfa, dan cairan limfa. Darah yang mengandung CO2, dari seluruh tubuh masuk ke jantung melalui vena kava (pembuluh balik tubuh). Darah ini mula – mula berkumpul di sinus venosus, dan kemudian karena adanya kontraksi maka darah akan masuk serambi kanan. pada saat itu, darah yang mengandung O2, yang berasal dari paru-paru masuk ke serambi kiri. Bila kedua serambi berkontraksi maka darah akan terdorong ke dalam bilik.

Dalam bilik terjadi sedikit percampuran darah yang kaya O2 dan miskin O2. Untuk selanjutnya, darah yang kaya O2 dalam bilik dipompa melalui trunkus arteriosus menuju arteri hingga akhirnya sampai di arteri yang sangat kecil (kapiler) diseluruh jaringan tubuh. Dari seluruh jaringan tubuh, darah akan kembali kejantung melewati pembuluh balik yang kecil (venula) dan kemudian ke vena dan akhirnya ke jantung, sementara itu, darah yang miskin dipompa keluar melewati arteri konus tubular.

Pada katak dikenal adanya sistem porta , yaitu suatu sistem yang dibentuk oleh pembuluh balik (vena ) saja.

(http://www.crayonpedia.org/mw/6._Sistem_Peredaran_Darah_pada_Vertebrata_11.2/6 November 2009/ pukul 11.14)

II. Daftar Pustaka

Goenarso, Darmadi. 2005. Fisiologi Hewan. Jakarta : Universitas Terbuka

http://id.wikipedia.org/wiki/Sel_darah_putih/ 30 Oktober 2009/pukul 17:20

http://www.blogdokter.net/2008/06/13/hemoglobin/30 Oktober 2009/ pukul 17:00

http://id.wikipedia.org/wiki/Golongan_darah/30 Oktober 2009/30 Oktober 2009/ pukul 16:55

turk.html./6November 2009/pukul 11.01

http://id.wikipedia.org/wiki/Darah/30 oktober 2009/pukul 16:30

http://green-airil.blogspot.com/2009/04/anatomi-amphibi-bufo sp.html/pukul 17:15

http://panglima-zay.blogspot.com/2008/11/larutan-hayem-dan-larutan-

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar